Alopecia Areata adalah

Sumber: klikdokter.com

Alopecia areata mungkin terdengar asing di telinga kita. Sebenarnya, hal ini sering
kita jumpai. Apa itu alopecia areata? Menurut alodokter.com alopecia areata adalah
kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri terhadap
folikel. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun di mana sistem imun tubuh yang
seharusnya melindungi tubuh malah menyerang tubuh itu sendiri. hal ini berakibat pada
folukel rambut yang mengecil dan berhenti memproduksi rambut hingga menjadi kebotakan.
Penyakit ini biasanya menyerang kulit kepala, namun tidak menutup kemungkinan terjadi
pada bagian tubuh lainnya yang ditumbuhi rambut seperti kumis dan bulu mata. Alopecia
areata juga dapat menimbulkan kebotakan secara menyeluruh bagi para penderitanya.
Kondisi ini banyak dialami oleh orang berusia dua puluh tahun ke bawah. Penyebab kelainan
autoimun pada menyakit ini tidak diketahui, namun diduga dipicu oleh infeksi virus,
perubahan hormon serta tekanan fisik atau psikis. Apa saja gejalanya yang dapat dilihat?
Gejala utama dari alopecia areata adalah kebotakan yang berpola bulat. Rambut baru akan
muncul di pinggir area yang botak. Kadang rabut dapat tumbuh kembali setelah beberapa
bulan, namun teksturnya lebih tipis serta warnanya akan berwarna putih. Namun sepuluh
persen dari penderita mengalami kebotakan yang permanen dan rambut tidak tumbuh
kembali.


Bagaimana pengobatan dari alopecia areata? Tidak ada pengobatan yang dapat
menyembuhkan penyakit ini, namun terdapat beberapa obat-obatan yang dapat digunakan
untuk merangsang pertumbuhan rambut dengan cepat obat-obat tersebut seperti:

1. Kortikosteroid
Kortikostreroid adalah obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk
menambah hormon steroid dalam tubuh ketika dibutuhkan, meredakan peradangan dan
menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan. Obat ini diproduksi secara alami di
kelenjar adrenal bagian korteks. Suntikan kortikosteroid diberikan pada kulit yang mengalami
kebotakan setiap tiga sampai enam minggu dan pertumbuhan rambut akan terlihat sekitar satu
bulan setelah penyuntikan terakhir. Bagi anak-anak dapat dilakukan pemberian kortikosteroid
topikal karena biasanya anak-anak takut dengan jarum.

2. DPCP atau diphencyprone

Penggunaan obat ini digunakan dengan cara dioleskan pada daerah yang mengalami
alopecia areata dan mengakibatkan reaksi alergi seperti bengkak dan gatak pada daerah yang
mengalami kebotakan. Kemunculan dari reaksi ini adalah yang diharapkan pada pengobatan
ini karena ditujukan untuk mengalihkan sistem pertahana tubuh agar melawan peradangan
akibat alergi.

3. Minoxidil (rogaine) dan Finasteride (propecia)
Menurut hellosehat.com minoxidil dapat berbentuk cairan atau solutio sabun.
Digunakan pada kulit kepala dua kali sehari. Obat ini dapat mengurangi rambut rontok dan
membantu rambut kembali tumbuh. Finasteride merupakan obat minum yang hanya
diberikan kepada laki-laki. Obat ini berfungsi dalam mencegah aksi dari 5-aplha reductase,
yaitu enzim yang mengubah testosterone menjadi dihidrotestosterone.

4. Terapi laser
Dengan melakukan terapi laser dapat membantu pasien mengurangi rambut rontok
dan membantu rambut tumbuh kembali dengan lebih tebal.

5. Pembedahan
Jika kamu botak secara permanen, dokter akan melakukan pembedahan dengan
implantasi rambut pada kulit kepala. Prodesur ini membutuhkan biaya yang cukup besar dan
dapat menimbulkan rasa nyeri.
Itulah gejala dan pengobatan yang dapat kamu lakukan ketika mengalami penyakit
alopecia areata. Penyakit alopecia areata adalah penyakit kebotakan yang mungkin belum
bisa disembuhkan secara total, namun kamu dapat melakukan pengobatan agar dapat
menumbuhkan rambut dengan cepat. Jangan lupa untuk melakukan perawatan rambut agar
rambut menjadi sehat dan terhindar dari kebotakan. Jika mengalami masalah serius pada
kebotakan kamu dapat mengunjungi dokter untuk berkonsultasi.